Selasa, 23 April 2019

Jangan Ragu untuk Mengejar Akhirat, Karena Dunia Pasti Akan Mengikutimu, #AyoHijrah bersama Bank Muammalat!



Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh

Senang sekali rasanya saya bisa mendapatkan kesempatan untuk turut serta dalam blog competition yang diselenggarakan oleh Bank Muammalat yang bertemakan #AyoHijrah ini. Menurut saya menarik sekali tema yang diberikan penyelenggara, oleh karena itu saya tidak ragu untuk ikut serta dalam blog competition ini.

Ketika menilik dari segi bahasa, Hijrah berasal dari bahasa Arab yang berarti meninggalkan, menjauhkan dari, dan juga berpindah tempat. Namun, jika dilihat dalam konteks sejarah, hijrah adalah kegiatan perpindahan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW bersama para sahabat beliau dari kota Makkah ke kota  Madinah, dengan tujuan mempertahankan dan menegakkan risalah Allah SWT yang di mana itu berupa akidah dan syariat Islam.

Sebagai umat muslim yang menjadi Hamba Allah SWT, sudah sepatutnyalah kita terus memperbaiki diri. Hijrah untuk diri sendiri memang tidak bisa instan, karena dalam prosesnya, tak jarang kita akan menemui kesulitan, tapi disitulah, Allah SWT melihat upaya kita untuk menjadi sebaik-baik Hamba-Nya. Maukah kamu menjadi Hamba yang disayang oleh Allah SWT? Jawabannya tentu saja mau! Nah, salah satu upaya agar Allah SWT mencintai kita adalah senantiasa berbuat baik dan berbenah menjadi pribadi yang baik.

Saya pun termasuk merasakan proses berhijrah. Saya akan menceritakan sedikit pengalaman hijrah saya dalam artikel ini. saat ini, saya berusia 27 tahun yang beberapa hari lagi tepatnya di tanggal 7 Mei, saya InsyaAllah akan bertambah usia jadi 28 tahun. Dalam kurun waktu 27 tahun saya hidup di dunia begitu banyak peristiwa up and down, suka dan suka, bahagia, maupun kecewa.

Proses Awal Berhijab
Sebagai seorang wanita Muslimah, sudah barang tentu kita membuktikan kecintaan dan ketaatan kita pada Allah SWT yang salah satunya adalah dengan berhijab. Berhijab bukan semata-mata menutup aurat saja bagi wanita Muslimah, tapi itulah bentuk cinta sejati serta komitmen ketaatan kepada Allah SWT, Sang Maha Pencipta. Kewajiban berhijab pun juga telah Allah SWT perintahkan bagi wanita Muslimah yang ada dalam Al-Quran yaitu pada surat Al-Ahzab ayat 59 yang artinya:

Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka” (QS. Al Ahzab: 59).

Saya memulai berhijab di kala usia saya menginjak 18 tahun, saat itu saya ingin masuk kuliah. Awalnya memang berat sekali untuk memulai memakai hijab. Karena teman-teman di sekitar saya tidak ada yang memakai hijab. Saya sempat berpikir “Duh, kalau pakai hijab nanti aku gak cantik!” “Duh, nanti kalo pakai hijab aku gak bisa lagi pakai baju-baju yang trendi.” “Duh, kalau berhijab nanti aku dikucilkan dalam pergaulan.” Dan sederet pemikiran lainnya.

Lalu, aku mulai tersadar ketika ibuku berkata “Nak, kamu cinta dan sayang ‘kan sama kedua orangtuamu?” lalu aku jawab, “Iya tentu saja aku sayang Mama dan Papa.” Ibuku lanjut berkata, “Kalau begitu, pakailah jilbab. Karena itu adalah kewajibanmu sebagai Muslimah, serta itulah cara sederhana yang membuat orangtuamu bahagia. Mama tidak ingin kau digoda oleh sembarang lelaki karena kau mengumbar auratmu. Berhijab membuat kamu lebih terjaga.”

Seketika, aku langsung berpikir, “Betul juga apa yang dikatakan oleh Ibuku.” Dan aku juga pernah membaca salah satu tulisan di salah satu akun sosial media Twitter yang intinya berkata seperti ini, “Tutuplah auratmu dengan berhijab, jangan sampai kain kafan yang akan menjadi hijab yang pertama dan terakhir bagimu.” Sungguh jleb sekali hingga membuat aku benar-benar tersadar dan juga menangis, serta dari situ aku kuatkan tekadku untuk mantap memakai hijab serta memakai busana-busana muslim yang menutup aurat. Aku tidak lagi peduli pada perkataan orang di luar sana tentang keputusan aku berhijab, karena aku ingin benar-benar mendapat cinta-Nya Allah SWT serta cintanya kedua orangtuaku. Dalam hati juga saya berdoa, “Ya Allah saya belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik, bantu saya dalam berhijrah ini.”


Awal mula ketika aku pakai hijab


Alhamdulillah sudah hampir 10 tahun berhijab dan sedang berproses untuk berhijab syar'i. doakan agar istiqamah

Alhamdulillah saat ini sudah hampir 10 tahun saya berhijab dalam kegiatan sehari-hariku. Semua yang dulu aku pikirkan tentang hal-hal yang terjadi jika aku berhijab itu tidak benar. Justru Alhamdulillah dengan berhijab, kehormatanku lebih terjaga serta sekarang pula makin banyak teman-temanku yang mengenakan hijab juga, bahkan kakakku yang dulu tidak mengenakan hijab sekarang jadi memakai hijab. Alhamdulillah, tidak akan pernah ada hal yang tidak baik jika kita mencoba berbuat baik. Percayalah! #AyoHijrah
=============================================================
Oh iya itulah sedikit cerita tentang hijrah yang saya alami. Tapi, tunggu… tunggu… jangan udahan dulu ya bacanya, karena aku mau kasih cerita selanjutnya yang tidak kalah menarik. Apa itu?

Sejak Grand Launching kampanye Ayo Hijrah yang telah dilangsungkan pada 8 Oktober 2018 yang lalu, PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. lebih aktif dalam mengajak masyarakat untuk berhijrah, khususnya dalam hal layanan perbankan. Lalu, apa sih kampanye “Ayo Hijrah” itu? Simak ulasan dariku berikut ini:

Sesuai dengan arti dari Hijrah yang bermakna untuk “lebih baik” maka #AyoHijrah adalah gerakan yang mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bersama-sama selalu meningkatkan diri ke arah yang lebih baik dalam segala hal. Islam bukan hanya agama yang mengatur hubungan kita dengan Sang Pencipta, tapi juga merupakan jalan hidup (way of life) sehingga #AyoHijrah juga mengajak untuk menjalani hidup sesuai tuntunan Islam yang baik dan berkah.

Untuk itulah, melalui #AyoHijrah ini Bank Muamalat mengajak masyarakat untuk berhijrah dalam hal layanan perbankan (pengelolaan keuangan) dengan memanfaatkan layanan perbankan Syariah untuk hidup yang lebih berkah. Tujuan dari #AyoHijrah ini adalah diharapkan adanya peningkatan dari segi kualitas diri, baik secara individu maupun organisasi, untuk semakin menyeluruh dalam menjalankan syariat Islam, khususnya dalam konteks layanan perbankan syariah.

Sesuai dengan arti dari Hijrah yang bermakna untuk “lebih baik” maka #AyoHijrah adalah gerakan yang mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bersama-sama selalu meningkatkan diri ke arah yang lebih baik dalam segala hal. Islam bukan hanya agama yang mengatur hubungan kita dengan Sang Pencipta, tapi juga merupakan jalan hidup (way of life) sehingga #AyoHijrah juga mengajak untuk menjalani hidup sesuai tuntunan Islam yang baik dan berkah.


Sekilas Tentang Bank Muammalat
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (“Bank Muamalat Indonesia”) memulai perjalanan bisnisnya sebagai Bank Syariah pertama di Indonesia pada 1 November 1991 atau 24 Rabi’us Tsani 1412 H. Pendirian Bank Muamalat Indonesia digagas oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dan pengusaha muslim yang kemudian mendapat dukungan dari Pemerintah Republik Indonesia. Sejak resmi beroperasi pada 1 Mei 1992 atau 27 Syawal 1412 H, Bank Muamalat Indonesia terus berinovasi dan mengeluarkan produkproduk keuangan syariah seperti Asuransi Syariah (Asuransi Takaful), 

Dana Pensiun Lembaga Keuangan Muamalat (DPLK Muamalat) dan multifinance syariah (Al-Ijarah Indonesia Finance) yang seluruhnya menjadi terobosan di Indonesia. Selain itu produk Bank yaitu Shar-e yang diluncurkan pada tahun 2004 juga merupakan tabungan instan pertama di Indonesia. Produk Shar-e Gold Debit Visa yang diluncurkan pada tahun 2011 tersebut mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Kartu Debit Syariah dengan teknologi chip pertama di Indonesia serta layanan e-channel seperti internet banking, mobile banking, ATM, dan cash management. Seluruh produk-produk tersebut menjadi pionir produk syariah di Indonesia dan menjadi tonggak sejarah penting di industri perbankan syariah.

Pada 27 Oktober 1994, Bank Muamalat Indonesia mendapatkan izin sebagai Bank Devisa dan terdaftar sebagai perusahaan publik yang tidak listing di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada tahun 2003, Bank dengan percaya diri melakukan Penawaran Umum Terbatas (PUT) dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) sebanyak 5 (lima) kali dan merupakan lembaga perbankan pertama di Indonesia yang mengeluarkan Sukuk Subordinasi Mudharabah. Aksi korporasi tersebut semakin menegaskan posisi Bank Muamalat Indonesia di peta industri perbankan Indonesia.

Seiring kapasitas Bank yang semakin diakui, Bank semakin melebarkan sayap dengan terus menambah jaringan kantor cabangnya di seluruh Indonesia. Pada tahun 2009, Bank mendapatkan izin untuk membuka kantor cabang di Kuala Lumpur, Malaysia dan menjadi bank pertama di Indonesia serta satu-satunya yang mewujudkan ekspansi bisnis di Malaysia. Hingga saat ini, Bank telah memiliki 325 kantor layanan termasuk 1 (satu) kantor cabang di Malaysia. Operasional Bank juga didukung oleh jaringan layanan yang luas berupa 710 unit ATM Muamalat, 120.000 jaringan ATM Bersama dan ATM Prima, serta lebih dari 11.000 jaringan ATM di Malaysia melalui Malaysia Electronic Payment (MEPS).

Menginjak usianya yang ke-20 pada tahun 2012, Bank Muamalat Indonesia melakukan rebranding pada logo Bank untuk semakin meningkatkan awareness terhadap image sebagai Bank syariah Islami, Modern dan Profesional. Bank pun terus mewujudkan berbagai pencapaian serta prestasi yang diakui baik secara nasional maupun internasional.


Sejak tahun 2015, Bank Muamalat Indonesia bermetamorfosa untuk menjadi entitas yang semakin baik dan meraih pertumbuhan jangka panjang. Dengan strategi bisnis yang terarah Bank Muamalat Indonesia akan terus melaju mewujudkan visi menjadi “The Best Islamic Bank and Top 10 Bank in Indonesia with Strong Regional Presence”.

Beberapa penghargaan yang telah diraih oleh Bank Muammalat (sumber: https://www.bankmuamalat.co.id/penghargaan/)

Kenapa Masyarakat Harus Hijrah ke Bank Muammalat?
Nah sebelum menutup artikel ini, jujur saja, saya yang tadinya belum menjadi nasabah Bank Muammalat, untuk saat ini menjadi sangat tertarik untuk menjadi nasabah di sana. Karena menurut info yang saya baca, berbagai kelebihan dari Bank Muammalat itu di antaranya:
  • Bank Muamalat adalah bank pertama murni syariah di Indonesia yang berdiri sejak tahun 1992.
  • Bank Muamalat tidak menginduk dari bank lain, sehingga terjaga kemurnian syariah nya.
  • Pengelolaan dana di Bank Muamalat didasarkan pada prinsip-prinsip ekonomi syariah yang dikawal dan diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah.
  • Bank Muamalat memilki produk dan layanan keuangan lengkap yang ditunjang dengan berbagai fasilitas seperti Mobile Banking, Internet Banking Muamalat dan jaringan ATM dan Kantor Cabang hingga ke luar negeri.
MasyaAllah, luar biasa sekali ya kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh Bank Muammalat ini. Saya semakin tidak ragu untuk segera membuka tabungan di Bank Muammalat. Untuk tahu info terkini tentang Bank Muammalat, kamu juga bisa lho follow berbagai sosial medianya berikut ini:
Oke, sekian saja ulasan artikel dari saya pada kali ini, silakan ambil yang baik-baiknya saja ya. Sesungguhnya kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT, yang benar datangnya dari Allah SWT dan yang salah datangnya dari diri saya sendiri.

SEKIAN

Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh

Regards,

Rachmah Dewi




Rabu, 27 Maret 2019

Dengan Sedekah Dapat Membeli Semua Keinginanmu! #JanganTakutBerbagi



Dengan Sedekah Dapat Membeli Semua Keinginanmu! #JanganTakutBerbagi

Sumber gambar: https://www.webstagram.one/tag/jumatuntuksemua

“Tidak Akan Ada Matinya” Inilah sebuah ungkapan yang tepat untuk salah satu amalan yang bernama sedekah. Kita bisa mendengar, melihat, dan merasakan bahwa amalan yang bernama sedekah ini memang sangat dahsyat keutamaannya. Sedekah, mempunyai berbagai macam fadhilah (keutamaan), di antaranya: mempermudah rezeki, memperpanjang umur, menumbuhkan rasa kasih dan sayang di antara sesama manusia, menghindarkan dari bala dan musibah, menambah keberkahan dari harta yang kita punya, mengatasi segala macam kesulitan hidup, dan “membeli” semua keinginan kita. MasyaAllah!

Dalam artikel kali ini, yang di mana artikel ini juga saya ikutkan dalam blog competition dari Dompet Dhuafa, saya akan bercerita tentang pengalaman saya pribadi, pengalaman yang saya dapatkan dari bersedekah atau berbagai kepada sesama. Bukan bermaksud riya' (ingin dipuji) dan sombong, tapi murni dari dalam lubuk hati saya yang paling dalam, bahwa saya menceritakan pengalaman saya ini, agar teman-teman pembaca semua bisa termotivasi untuk terus berbagi atau besedekah.

Banyak sekali yang mungkin bertanya, “benarkah dari bersedekah akan mendatangkan banyak keajaiban?” saya akan bilang “Iya, Benar!” Sedekah itu juga merupakan salah satu amalan yang utama di dalam islam dan Allah Subhanahu Wata’ala sangat mencintai orang-orang yang gemar bersedekah atau berbagi. Intinya, sedekah dapat mengundang cinta dan keberkahan dari Allah Subhanahu Wata’ala. Nah, kalau sudah mendapat cinta dari Allah Subhanahu Wata’ala, mudah bukan bagi-Nya untuk memberi apa-apa yang kita minta? Mudah bukan bagi-Nya untuk memberi apa-apa yang kita inginkan?

Pengalaman saya yang sangat nyata saya rasakan adalah, pertama, di tahun 2017 tepatnya bulan November, saya mendapat sebuah penghargaan bergengsi tingkat Nasional, yaitu menjadi juara ke-2 dalam Ajang Penganugerahan Jurnalistik di Kantor Gubernur DKI Jakarta. Saya memang ingin sekali mendapatkan penghargaan dari hasil tulisan yang saya buat, karena saya ingin semakin banyak orang yang membaca tulisan saya. Tahun-tahun sebelumnya, saya tidak pernah mendapat penghargaan seperti ini, tapi di tahun 2017 ini saya pertama kalinya mendapat penghargaan yang luar biasa membuat hati saya bahagia dan kedua orangtua saya bangga. Bagaimana tidak membuat saya bahagia sekaligus terharu? karena pada saat itu, dari 600 artikel peserta yang terpilih hanya 100 orang, dan dari 100 orang disaring lagi hingga menjadi 30 orang nominator (termasuk saya). Jujur saja, kompetitor-kompetitor saya adalah para jurnalis dari media massa, media cetak, maupun media online kenamaan Indonesia.
Plakat dan Sertifikat yang saya dapatkan pada saat Penganugerahan Jurnalistik, September 2017. Alhamdulillah! 


September 2017 kerika saya menjadi juara ke-2 dalam Ajang Penganugerahan Jurnalistik di Kantor Gubernur DKI Jakarta

Saya yakin, di samping kualitas tulisan saya yang menurut para juri layak untuk menjadi juara ke-2 dalam ajang tersebut, tapi ada faktor lain yang mengantarkan saya untuk bisa memenangkan penghargaan di ajang bergengsi tersebut, yakni faktor dari sedekah yang saya berikan. Sebelumnya, saya pernah sedekah berupa baju-baju dan hijab-hijab saya yang masih sangat layak pakai yang saya kirimkan ke sebuah pondok pesantren dan anak-anak yatim piatu di kota Bandung. Kumpulan baju dan hijab milik saya pribadi tersebut jumlahnya cukup banyak sehingga saya harus pakai kardus besar untuk packing pengirimannya tersebut. Sekali lagi. Tidak bermaksud untuk riya' (ingin dipuji) atau sombong, tapi saya yakin bahwa dari sedekah itu yang mengantarkan saya untuk menjadi juara, mendapatkan penghargaan yang tidak pernah saya sangka sebelumnya. Biaya pengiriman ke kota Bandung sebesar 100.000 (seingat saya) dan MasyaAllah, Sungguh Allah Subhanahu Wata’ala Maha Baik, Maha Kaya, dan Maha Segalanya, saya mendapat hadiah dari ajang penganugerahan Jurnalistik sebesar 20x lipat dari harga ongkos kirim barang saya ke kota Bandung itu


Lalu, pengalaman yang kedua, adalah ketika saya mendapat rezeki yang tidak disangka-sangka kembali yakni pada saat saya bisa pergi ke Tanah Suci Mekkah dan Madinah untuk beribadah Umrah pada tahun 2018 di bulan November. Sudah lama saya mempunyai keinginan untuk menunaikan ibadah Umrah. Karena saat itu uang tabungan saya belum cukup, maka saya hanya bisa berdoa sembari berafirmasi dalam diri saya sendiri “Bismillah, bisa berangkat Umrah!” Kerinduan saya akan Tanah Suci hanya bisa saya salurkan dengan seringnya saya melihat foto-foto Kakbah, Masjidil Haram, Masjid Nabawi sembari minta didoakan juga oleh teman-teman saya yang mendapat kesempatan untuk pergi Umrah terlebih dahulu.

Saya selalu minta disisipkan doa pada teman-teman saya yang sedang Umrah, “Tolong doakan saya ya di tempat-tempat mustajab di Tanah Suci supaya saya segera dapat “undangan” juga dari Allah Subhanahu Wata’ala untuk pergi ke sana juga." Lalu, saya selalu ingat kata-kata ini, “Sedekah dapat membeli semua keinginan kita.” Maka dari itu, saya berusaha sebisa dan semampu saya untuk bersedekah mengharap ridha Allah Subhanahu Wata’ala. Begitu banyak sedekah yang saya lakukan mulai dari memberikan minuman dan makanan gratis pada pengemudi ojek online (saat itu pada bulan Ramadan tahun 2018, hampir setiap hari saya memberikan makanan dan minuman berbuka puasa untuk para pengemudi), menyumbang buku dan uang untuk teman-teman di Lombok yang saat itu sedang dilanda bencana, sampai setiap ada yang yang membutuhkan bantuan di twitter atau media sosial yang lain, sebisa mungkin saya bantu dengan uang saya sendiri. Karena saya yakin, dengan bersedekah tidak akan membuat kita jatuh miskin, justru akan membuat harta kita semakin bertambah dan semakin diberkahi oleh Allah Subhanahu Wata’ala.

Alhamdulillah mungkin karena doa-doa saya serta sedekah yang telah saya berikan menjadi penolong saya, maka saya bisa berangkat umrah pada bulan November 2018 dengan tidak membayar uang sepeser pun alias gratis. Saya diberangkatkan Umrah oleh kakak saya. Alhamdulillah kakak saya punya kelebihan rezeki, sehingga saya, ibu, bapak, dan tante (kakak dari ibu saya) bisa diberangkatkan umrah bersama-sama. Maka Nikmat Tuhanmu yang Manakah yang Kamu Dustakan? (QS. Ar-Rahman: 13)

Foto sewaktu saya di Madinah, saat menunaikan Ibadah Umrah
Alhamdulillah keinginan saya ke Tanah Suci bisa terwujud di tahun 2018
MasyaAllah, begitu indah kota Mekkah ini
Jadi benar-benar sungguh luar biasa bukan dahsyatnya keutamaan bersedekah? Masih ada yang ragu untuk bersedekah? #JanganTakutBerbagi! Sebelum saya menutup artikel ini, saya ingin berbagi sedikit dari buku tentang sedekah yang berjudul “Sedekah Super Stories” karya Muhammad Assad yang pernah saya baca tentang, “Angka sedekah yang ideal, berapa?”

Tidak ada angka yang pasti untuk bersedekah, lain halnya dengan zakat yang angkanya sudah ditetapkan menurut syariat islam. Namun, seperti yang sudah dijelaskan bahwa Allah Subhanahu Wata’ala menyuruh Hamba-Nya untuk bersedekah dari sebagian harta yang telah diberikan. Kita bisa memaknainya dengan sebagian kecil, sebagian sedang, atau sebagian besar. Setiap kali seseorang akan bersedekah, memang “kutub setan” dan “kutub malaikat” akan saling tarik-menarik, seringkali ketika seseorang ingin sedekah dalam jumlah besar, “kutub setan” akan membisikinya, “Tidak usah sedekah banyak-banyak, nanti kamu tidak bisa belanja ataupun makan, lho!”

Tapi balik lagi ke dalam diri masing-masing, yakinkah kita kepada Allah Subhanahu Wata’ala dengan keutamaan yang sangat besar di balik sedekah? Keyakinan dan kecintaan kepada Allah Subhanahu Wata’ala diuji dari seberapa besar sedekah yang dilakukan, sungguh Allah Subhanahu Wata’ala adalah Sang Maha Kaya dan tidak membutuhkan sepeser pun harta kita. Bahkan jika seluruh makhluk di muka bumi ini tidak bersedekah, maka Demi Allah, tidak akan mengurangi sedikit pun kekayaan yang Allah Subhanahu Wata’ala miliki.

“Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah jadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya, memperoleh pahala yang besar.” (QS. Al-Hadiid: 7)

“Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Jangan Takut Berbagi yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa


Salaam!

Rachmah Dewi 

Senin, 11 Februari 2019

Pentingnya Pendidikan di Luar Sekolah akan Memunculkan Berkah dalam Setiap Langkah


Foto saya yang sampai sekarang masih terus menimba ilmu di luar sekolah, karena pendidikan di luar sekolah itu penting.


Ilustrasi Pendidikan di Luar Sekolah (Sumber gambar: http://portalkepri.com/)
Jika ada yang berpendapat kalau pendidikan itu hanya sebatas kegiatan belajar mengajar di bangku sekolah saja, maka pendapat ini saya akan katakan, SALAH BESAR! Kenapa? Sebelum saya jelaskan alasannya, pertama-tama terimakasih untuk para pembaca setia blog saya yang sudah meluangkan waktunya untuk membaca artikel-artikel di blog pribadi saya ini.

Berbicara tentang pendidikan, di era sekarang, kita sudah memasuki era yang dinamakan era digital. Di mana semua hal dapat dengan mudah diakses, diketahui, dan dijangkau dalam dunia digital. Oleh karena itu, perkembangan ilmu teknologi saat ini pula juga berkembang dengan pesat, yang artinya pendidikan di zaman sekarang mengalami banyak perubahan dengan segala dinamikanya. Jika di zaman kakek, nenek, ayah, atau ibu kita, mendapatkan Pendidikan, umumnya dan pentingnya hanya sebatas di bangku sekolah saja, tidak bisa disamakan dengan di era sekarang ini. karena di era sekarang ini, di mana kita sudah memasuki era VUCA, di mana penuh gejolak (Volatillity), tidak pasti (Uncertainty), rumit (Complexity), dan serba tidak jelas (Ambiguity) yang ditandai dengan perkembangan yang begitu cepat di segala aspek yang tentunya sebagai generasi di zaman now, ilmu yang harus kita punyai dan kuasai juga harus meningkat, karena jika ilmu kita hanya sebatas ilmu yang ada di bangku sekolah saja, maka kita akan terlindas oleh zaman.

Untuk itulah, mengikuti pendidikan di luar sekolah itu sangat penting dilakukan karena sebagai manusia, selalu meng-upgrade ilmu pengetahuan agar selalu up-date dengan perkembangan zaman dan kita tidak dikucilkan dalam pergaulan di lingkungan masyarakat. Contohnya saja, dengan kemajuan ilmu teknologi kita bisa melihat di sekitar kita perubahan-perubahan yang telah terjadi dalam segi pendidikan, gaya hidup, transportasi, dan lain sebagainya. Dalam segi pendidikan, saat ini mencari ilmu tak hanya bisa dilakukan hanya di dalam kelas saja pada saat kita datang ke sekolah, tapi lewat internet pun kita bisa mendapatkan ilmu. Pendidikan di luar sekolah di zaman now kini banyak ragamnya, bahkan ilmu-ilmu tentang pernikahan, mendidik anak, sekarang termasuk ke dalam pendidikan yang cukup penting selain pendidikan formal yang ada di bangku sekolah. Dan pada foto di atas, itu adalah foto saya saat menimba ilmu di sekolah pra-nikah, guna memperbanyak ilmu-ilmu terkait pernikahan, karena, menikah itu bukan hal main-main, tapi harus ada ilmunya! :)

Dari segi gaya hidup, jika kita pergi ke suatu tempat, kita tidak perlu repot membawa-bawa peta, cukup dengan memakai Google Maps saja, maka urusan untuk mengetahui alamat yang kita akan tuju jadi lebih mudah. Dari segi transportasi, dahulu kita hanya mengandalkan transportasi dengan menggunakan angkutan umum ataupun ojek pangkalan untuk pergi, sekarang, kita tidak perlu repot-repot lagi karena ada aplikasi ojek online yang bisa kita akses hanya lewat handphone yang kita miliki.

Lalu contohnya lagi adalah, jika di zaman dulu kita ingin menjual atau mempromosikan sebuah barang harus berpromosi secara langsung dari rumah ke rumah atau dengan memasang iklan di media cetak, di zaman now saat ini, kita tidak perlu repot-repot lagi, karena promosi menjadi lebih mudah hanya lewat platform sosial media. Balik lagi kepada bahasan artikel kali ini, “Pendidikan di luar sekolah, penting gak sih?” Jelas, sangat-sangat penting menurut saya, karena semakin kompleksnya perkembangan zaman, maka disiplin ilmu yang harus kita kuasai pun juga harus bertambah. Seperti contohnya, ilmu digital marketing dan ilmu design grafis. Di mana kedua disiplin ilmu ini, tidak begitu mendalam diajarkan di bangku sekolah, atau bahkan tidak diajarkan sama sekali di bangku sekolah. Karena umumnya, ketika di bangku sekolah hanya mengajarkan disiplin ilmu yang umum-umum saja, seperti: ilmu komputer, ilmu kesenian, ilmu sosial, dan lain sebagainya.

Menurut saya di era digital ini, di mana zaman sekarang teknologi berkembang dengan sangat cepat, mempelajari ilmu tentang digital marketing dan ilmu design grafis sangat diperlukan untuk menunjang lahirnya wirausaha-wirausaha muda di zaman now ini. lihatlah di sekitar kita, zaman sekarang, penjual mempromosikan barang dagangannya lewat sosial media, karena di zaman sekarang, semua orang sebagain besar punya dan pakai telepon pintar (smartphone) yang bukan hanya untuk sekadar gaya tapi karena kebutuhan untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Dan kita bisa melihat pula bahwa, berbisnis online saat ini termasuk kategori bisnis yang menjanjikan, karena selama ada sosial media, maka bisnis atau produk yang kita pasarkan akan lebih mudah diakses ke semua orang bahkan ke seluruh dunia. Menarik bukan?

Lalu, kalau kita mau berbisnis online dan kita tidak punya ilmu terkait berbisnis online tersebut seperti ilmu digital marketing dan ilmu desain grafis sementara pesaing di dunia bisnis online saat ini sangat banyak sekali, apakah bisnis online kita tersebut akan maju? Akan sukses? Akan banyak pembeli? Ayo, coba tanyakan ke diri masing-masing ya! Hehe.
Berikut ini beberapa alasan, mengapa kamu harus menguasai ilmu untuk berbisnis online, khususnya ilmu tentang digital marketing, yakni sebagai berikut:

1. Di "Zaman Now," Konsumen Mencari Info lewat Internet
Masyarakat di era modern saat ini, selalu melakukan pencarian melalui Google mengenai informasi dan ulasan produk tertentu sebelum memutuskan melakukan pembelian. Dengan memasukkan kata kunci, konsumen dapat memperoleh ribuan hasil pencarian seputar produk yang dicari. 

Sumber gambar: https://pagedesignpro

2. Digital Marketing Lebih Hemat Biaya
Berdasarkan survei yang dilakukan sejumlah pakar digital marketingcontent marketing lebih hemat biaya sebanyak tiga kali lipat dibanding metode marketing tradisional. Kemudian Keunggulan digital marketing tidak berhenti sampai di situ. Banyak pebisnis yang menganggap penerapan digital marketing dapat menghasilkan ROI (Return on Investment) yang lebih menarik dibanding metode marketing konvensional.
Ilustrasi: Sriwijayapost

3. Digital Marketing Membantu Bisnis Mengikuti Tren yang Ada
Tren di era digital terus-menerus berkembang dalam waktu yang relatif singkat. Bisnis pun harus mengikut tren agar dapat diterima dengan mudah oleh masyarakat. Tren tersebut dapat berupa penggunaan aplikasi teknologi terbaru, jargon, atau fenomena budaya populer yang banyak dibicarakan masyarakat
Sumber gambar: https://kanefood.com

***
Mungkin muncul dalam benak kita, memang ada tempat untuk belajar ilmu digital marketing dan ilmu tentang desain grafis? Tentu saja ada! Di mana kira-kira tempat belajarnya? Baik, saya akan memberikan informasinya kepada para pembaca sekalian. Tempat belajarnya adalah di DUMET School adalah lembaga kursus yang bergerak di bidang pendidikan khususnya kursus website, digital marketing, dan desain grafis. Sampai saat ini DUMET School sudah memiliki lulusan lebih dari 8000 orang dari berbagai status dan profesi mulai dari pelajar sekolah, mahasiswa, guru, dosen, staff profesional, freelancer, dll. Mereka tidak hanya yang tinggal di Jakarta saja namun banyak juga yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. DUMET School membuka cabang pertamanya pada tahun 2013. Sampai dengan tahun 2018 ini, DUMET School memiliki 5 cabang yang berlokasi di Kelapa Gading, Grogol, Tebet, Srengseng, dan Depok.
Visi dari DUMET School adalah Memberikan dampak positif dalam hidup orang banyak lewat Teknologi Informasi. Bisa membantu dalam membentuk SDM yang ahli dalam IT. Mewujudkan sistem pendidikan di Indonesia dan Dunia yang berkualitas pada bidang Teknologi Informasi dan misi dari DUMET School adalah Membangun sistem pembelajaran IT yang mudah di terapkan. Mengembangkan metode dan materi belajar yang efektif dan efisien. Harus selalu menjadi yang terdepan dan No. 1. Dan saat ini di DUMET School membuka program kursus yaitu: Web Master, Graphic Design, Digital Marketing, Web Programming, Web Design, Design for Kids, Coding for Kids, Motion Graphic, Mobile Apps.
Halaman depan dari website DUMET School (Sumber gambar: website DUMET School)
Jadi masih ada yang bilang Pendidikan di luar sekolah itu nggak penting? Wah hati-hati, tandanya kamu itu generasi zaman now yang enggak wow! Hehe. Karena pentingnya pendidikan di luar sekolah akan memunculkan berkah di setiap langkah.

Salaam!

Rachmah Dewi Marsaid


Sabtu, 19 Januari 2019

Rindu Baitullah Menikam Ulu Hati [Books Review]



Aku kira setelah bertemu, rasa kangenku hilang dan terobati. 
Nyatanya, setelah bertemu justru kangenku semakin membuncah, rinduku yang semakin menggebu-gebu, laksana orang yang baru saja ditinggal kekasihnya, aku sedih, galau, gundah,  entah bagaimana melukiskan perasaan sedih berbalut rindu ini ketika mengucapkan salam perpisahan untukmu, Makkah Almukarramah dan Madinah Almunawwarah... -Rachmah Dewi-


Sudah sebulan lebih aku meninggalkan Tanah Suci Mekkah dan Madinah pasca aku menunaikan ibadah Umrah, tanggal 24 November 2018 silam. Jika ditanya apa perasaanku setelah berpisah dari Tanah Suci, maka poin pertama yang aku katakan adalah "Sedih dan Rindu." Ini bukanlah sesuatu yang lebay kalau kamu mau tahu. karena memang itulah perasaanku yang sebenar-benarnya ketika harus meninggalkan dua kota suci dambaan semua kaum muslimin dari berbagai penjuru dunia, Mekkah Al-Mukarramah dan Madinah Al-Munawwarah.

Apa yang membuatku rindu Tanah Suci? Banyak. Banyak sekali. Salah satunya adalah mendengar lantunan suara adzan yang merdu menggema dari Masjidil Haram di Mekkah dan dari Masjid Nabawi di Madinah. Suara adzan yang merdunya tidak ada yang bisa menandingi. Aku rindu berlama-lama berdoa dan bersujud di depan Kakbah. Aku rindu berdoa di Raudhah, Masjid Nabawi. Aku Rindu melihat gagahnya serta kharismanya Kakbah yang tidak akan pernah tertandingi, aku rindu teduhnya dan wanginya kota Madinah. Ya Allah undang aku kembali ke Tanah Suci-Mu. Dan terimakasih atas segala nikmat yang telah Engkau berikan sehingga ku menjadi orang yang terpilih menjadi tamu-Mu berkunjung ke Baitullah.

***

Sebulan setelah aku balik dari Tanah Suci, aku membeli sebuah buku yang dari judulnya saja sudah membuat aku sedih dan rindu, buku yang berjudul "Rindu Baitullah Menikam Ulu Hati" yang ditulis oleh sastrawan dan wartawan asal Ranah Minang, Khairul Jasmi. Aku mau memberikan review tehadap buku ini ya, karena ini akan jadi salah satu rekomendasi buku dari ku di tahun 2019!

Oke, dari judulnya saja sudah membuat haru, bukan? Ya, apalagi isinya! Ini benar-benar honest review dari aku, bukan karena aku diminta promosi, atau diberikan bayaran untuk review buku ini, tapi ini memang murni, jujur dari aku bahwa buku ini benar-benar bagus.


Buku setebal 284 halaman ini dan diterbitkan oleh Penerbit Republika, memang sukses membuat air mataku tumpah tanpa dikomandoi. Deras sederas-derasnya tatkala membaca lembar demi lembar halaman buku ini. Karena mungkin juga kondisi aku yang baru saja pulang dari Tanah Suci, seolah menyatu dalam jiwa ragaku ketika membaca buku ini. Tapi, terlepas dari itu semua, Bapak Khairul Jasmi memang gaya penulisannya bagus, bahkan sangat sangat bagus. "The Real Sastrawan dan Wartawan" menurutku. Bagaimana tidak, kata demi kata tersampaikan dengan baik dalam buku ini, diksi yang sangat sangat pas dan enak untuk dibaca. Aku yang juga berprofesi sebagai penulis saja belum tentu bisa menulis dengan gaya bahasa seperti beliau. Hanyut aku dibuatnya tatkala membaca lembar demi lembar dari buku ini. Terimakasih Bapak Khairul Jasmi, buku seperti ini yang aku cari untuk menjadi konsumsi bagi jiwa dan raga.

Apa yang Akan Ditemukan dalam Buku Ini?

Gaya bahasa sastrawan sangat kental dalam buku ini. Bapak Khairul memang hebat, membuat pembacanya tidak bosan untuk terus membaca lembar demi lembar tulisan yang beliau buat. Buku ini memang menceritakan pengalaman beliau sewaktu pergi haji ke Tanah Suci Juli 2018 silam. Meskipun terlihat seperti reportase ala wartawan, tapi menurutku penyajian buku ini berbeda. Di sana, gaya penulisan deskriptif terasa kental sekali. Kita---para pembaca yang hanya membaca dari rumah atau dari mana saja, akan merasa berada di Tanah Suci mengikuti perjalanan beliau, seolah kita berada di sebelah beliau. Tak semua orang bisa menulis dengan gaya seperti ini, ada tapi tak banyak. Dan Bapak Khairul Jasmi adalah salah satunya. Setelah baca buku ini, saya benar-benar jadi nge-fans sama Bapak! Cerita beliau tentang Masjid Nabawi, Masjidil Haram, Kakbah, Arafah, Mina, bahkan sejarah-sejarah islam lainnya tertuang dengan sangat baik di sini. MasyaAllah Tabarakallah untuk Bapak Khairul, InsyaAllah, kelak ini akan menjadi amal jariyah untukmu ya Pak karena buku ini benar-benar bermanfaat sekali, khususnya bagi mereka yang ingin naik haji. Jangan takut bosan membaca buku setebal 284 halaman seperti ini, karena dilengkapi oleh foto-fotonya juga di dalamya, walaupun foto-fotonya hitam putih, buatku tidak masalah dan tidak mengurangi esensi foto-foto keren dari Tanah Suci.

***

Berikut aku lampirkan foto dari beberapa halaman dalam buku ini, ini salah satu contohnya yang menguras air mataku, puisi tentang Arafah:


Gimana, buat baper? InsyaAllah Baper yang positif kan? Yang bisa membuat kita introspeksi diri, membuat kita semakin semangat untuk berupaya pergi haji untuk menyempurnakan rukun islam yang ke-5 kita. InsyaAllah setelah membaca buku ini, akan semakin mempunyai semangat yang menggebu-gebu untuk dapat pergi ke Tanah Suci. doakan aku juga yang saat ini tengah mengupayakan untuk pergi haji, InsyaAllah dimampukan sama Allah baik dari segi fisik, hati, dan finansial.

"Rindu Baitullah Menikam Ulu Hati," ku tidak pernah salah dalam membeli buku. Aku sangat merekomendasikan buku ini untuk kamu beli dan baca. Ingat, jangan pernah beli buku bajakan ya! apalagi baca buku yang hanya dalam bentuk PDF bajakan. IT'S BIG NO! Mari hargai karya dari para penulis Indonesia. 

Sekian review singkatku dari buku ini, semoga bermanfaat untuk para pembaca! yang mau temenan sama aku di instagram boleh lho. Feel free to ask me at Instagram, follow ya! (@rachmah_dewi) Terimakasih.


Salam Hangat.

Rachmah Dewi | @rachmah_dewi

Rabu, 02 Januari 2019

Dengan “Travelblog.id,” para “Traveller” dan Wisatawan dapat Berbagi Ekspresi serta Edukasi bagi Pembaca di “Zaman Now”




Tampilan Homepage dari Travelblog.id

Hai my lovely readers!

Senang sekali rasanya bisa berbagi sebuah artikel yang bermanfaat untuk para pembaca blog-ku semuanya! Kali ini, saya akan menuliskan sebuah artikel, yaitu berupa blog review dari sebuah website yang keren banget! Penasaran? Nah kalian harus baca artikelku ini sampai habis, ya!

Oke sebelum membahas lebih dalam tentang website tersebut yang akan aku review, aku ingin bertanya satu hal kepada my lovely readers sekalian, apa yang ada dalam benak my lovely readers sekalian ketika mendengar kata “travelling?” atau wisata? Pasti yang muncul pertama kali adalah berkunjung ke suatu daerah dan/atau negara dengan keluarga, teman, kerabat, pasangan, dengan tujuan untuk jalan-jalan, foto-foto, wisata kuliner, dan tentunya belanja-belanja alias happy-happy deh kegiatan travelling itu, setuju kan?

Tapi, biasanya nih ya keindahan sebuah negara atau kota yang kita kunjungi dalam kegiatan travelling itu kan, pengen banget kita bagikan momen indahnya kepada orang-orang yang tidak ikut travelling bersama kita. Sayang dong kalau sudah melihat tempat-tempat yang kece dan keren, menyicipi makanan setempat yang lezat hanya kita simpan dalam handphone atau kamera saja? Tentunya selain membagikan di platform sosial media seperti: Instagram, Youtube, Facebook di zaman now ini kita bisa membagikannya lewat website! Wow keren bingitz! Gimana tuh caranya? Tenang! Aku akan memberitahukanmu secara lengkap tentang website yang aku maksud tersebut.

Yup, website “Travelblog.id” namanya. Baru mendengar namanya aja sudah excited banget dong ya, gimana kalau nyoba ikutan nulis di dalamnya? Pasti lebih, lebih, dan lebih excited lagi! Jadi, TravelBlog.id” adalah sarana blog travel dan wisata yang menyediakan tempat bagi para traveller dan wisatawan untuk saling berbagi jurnal dan pengalaman. Halaman muka (Homepage) dari website ini adalah dengan tampilan seperti berikut ini. Di bagian atas, terdapat lima kategori, yaitu: Jalan-jalan, Kuliner, Tips dan Info, Seni dan Budaya, serta Sign in.
Halaman Homepage dari website "Travelblog.id"
Nah gimana sih ketika kita ingin masuk (sign-in) dan ikut serta menulis di website tersebut? Nih aku kasih tahu caranya, ya!
  1. Klik kategori “Sign in” di pojok kanan atas
    Kalian bisa masuk menggunakan akun Facebook atau akun Google+(Kali ini aku memilih untuk masuk dengan menggunakan akun Facebook)
  2. Setelah memilih dengan menggunakan akun Facebook, maka saya klik tombol “Lanjutkan”
  3. Setelah itu, kalian diminta mengisi data diri sesuai dengan gambar yang saya lampirkan berikut ini
Lalu klik tombol “Daftar” maka kalian akan masuk ke dashboard website tersebut, dan di bagian “buat artikel” sudah bisa dipergunakan untuk menuliskan artikel.










Lanjut….
Nah, tapi untuk menulis di website ini, teman-teman sekalian, perlu memerhatikan “Ketentuan Membuat Artikel” yang ada di website ini. kalian bisa lihat di rubrik “Panduan” di sebelah “Sign in” nah, nanti akan muncul poin-poin ketentuan-ketentuan yang harus diperhatikan dalam menulis di website ini, seperti gambar yang saya post berikut ini:

Setelah itu, kita bisa bergeser ke rubrik “Seni Budaya” di sini, terdapat artikel-artikel seru yang ditulis oleh para kontributor tentang seni dan budaya dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Menurut aku ini artikel yang sangat bermanfaat sekali untuk para pembaca, kita yang notabene-nya pembaca jadi tahu bahwa seni budaya dari Indonesia itu unik dan beragam, karena itulah Indonesia terkenal dengan semboyannya, “Bhinneka Tunggal Ika”


Rubrik Seni dan Budaya
Lanjut lagi, setelah kita menyusuri rubrik “Seni dan Budaya” selanjutnya kita akan masuk untuk menjelajahi rubrik “Tips dan Info” di sini, kalian juga akan menemukan ragam tips dan info menarik dari para kontributor. Konten yang disajikan di sini tak hanya berupa tulisan saja, tapi juga konten secara audio dan visual yang bisa langsung kalian play! Wow, keren banget deh!

Rubrik Tips dan Info
Rubrik Tips dan Info yang ada videonya
Oke lanjut gak nih? Lanjut ya guys! Bergeser lagi ke kiri setelah rubrik “Tips dan Info” kita akan menemukan rubrik “Kuliner” nah bagi pencinta kuliner melihat artikel-artikel ini pasti ingin banget buat mencobanya. Karena memang ajib-ajib lho makanan dan/atau minuman dari suatu negara atau bahkan negara Indonesia sendiri juga punya banyak wisata kuliner yang ajib-ajib alias lezat-lezat! Contohnya seperti artikel yang mengulas tentang “Bakso Cambah Malang” seperti gambar berikut ini:



Bergeser ke kiri dari rubrik “Kuliner,” kali ini kita akan menjelajahi rubrik “Jalan-jalan” nah rubrik ini menjadi referensi dan juga edukasi bagi para pembaca yang juga ingin jalan-jalan mengunjungi sebuah tempat di suatu kota. Contohnya adalah dalam gambar yang saya post berikut ini. disajikan dengan gaya bahasa yang menarik bagi pembaca menjadikan pembaca seolah-olah berada langsung juga di tempat wisata tersebut! Wow, sangat menarik!


Rubrik Jalan-Jalan


***
Nah, sebelum saya menutup review blog ini, jangan lupa, ketika kalian balik ke homepage, kalian harus scroll ke bagian paling bawah, karena di sana akan ada info tentang akun-akun sosial media yang resmi dari "Travelblog.id" dan kalian bisa menfollow-nya juga supaya kalian dapat berbagai insight tentang travelling! Sangat menarik!

Oke deh, sekian review blog dari aku yah, my lovely readers. Jadi tidak ada alasan lagi dong untuk malas menulis karena sekarang ada “Travelblog.id” sahabatmu untuk menuliskan berbagai pengalaman berkesanmu saat travelling! Happy reading and happy writing!

Salam,


Rachmah Dewi | @rachmah_dewi