Selasa, 22 Desember 2015

Makin Mantap Untuk Menghasilkan Karya Lewat Tulisan - "The Best Moment of 2015"



Assalamualaikum Wr.Wb

Apakabar teman-teman pembaca blog saya? Semoga kalian semua selalu mendapat keberkahan dari Allah SWT dimanapun dan kapanpun ya. Aamiin.

Sebentar lagi tepatnya dalam hitungan hari lagi kita semua akan meninggalkan tahun 2015, dan bersiap menyongsong tahun 2016. Wah, gak kerasa ya. Waktu berlalu begitu cepat.

Dulu, di sebelum menyongsong tahun 2015 banyak diantara kita yang sudah mulai menyusun target dan pencapaian yang akan diraih di tahun 2015. Sayapun demikian. Bagaimana teman-teman semua, apakah sudah banyak pencapaian yang diraih? Atau masih banyakkah pencapaian yang belum diraih?

Hakikatnya sebagai manusia pasti banyak kemauan nya. Dan manusia itu cenderung memiliki sifat “Belum Puas” terhadap apa yang sudah Allah berikan. Jangan sampai sebagai manusia, kita memiliki sifat kufur nikmat dan kurang bersyukur. Karena Allah Berfirman dalam QS. Ibrahim ayat 7 yang artinya “Barangsiapa bersyukur kepada Ku maka akan Aku  tambah nikmat-Ku kepadamu. Tetapi barangsiapa ingkar, Maka sesungguhnya Adzab-Ku sangat pedih.”

Jadi jika diantara teman-teman semua yang sudah memiliki banyak pencapaian yang bagus dan cemerlang di tahun 2015 ini, banyak-banyaklah bersyukur kepada Allah. Agar Allah semakin ridho membersamai langkah kita di tahun 2016 yang akan datang. Karena tanpa pertolongan dan kuasa Allah, manusia tidak akan ada artinya.

Oke kali ini, saya akan membahas tentang “The Best Moment of 2015” yang sudah dan capai di tahun ini, Alhamdulillah cukup banyak. Dan banyak kejadian yang tidak disangka-sangka hadir dalam kehidupan saya.

Berawal dari hobby menulis. Saya memang senang dan tengah menekuni dunia kepenulisan. Saya senang bikin tulisan lewat blog. Waktu pertengahan tahun 2015 kemarin tepatnya bulan Mei yang juga bertepatan dengan hari ulangtahun saya, saya mendapat undangan workshop kepenulisan dari redaksi Dream.co.id. Dalam workshop kepenulisan yang bertemakan “Cantik Bareng Dream” itu memang mengundang rekan-rekan penulis dan blogger. Awalnya saya tidak menyangka jika diundang dan dipilih untuk menghadiri acara tersebut, karena saya merasa kualitas tulisan saya masih “STD” alias masih standard. Di workshop tersebut, pengisi acaranya ada Mas Ahmad Fuadi. Beliau adalah penulis buku best seller “Negeri 5 Menara.” Dan ada Zaskia Adya Mecca yang saya sangat favortikan. Dan yang paling menyenangkan buat saya adalah dalam acara tersebut, saya yang juga tengah berulang tahun diucapkan selamat ulang tahun oleh Kak Zaskia Mecca. Duh, seneng banget rasanya. Selain itu pula dalam workshop kepenulisan ini, diadakan “Blog Review Competition” dan Alhamdulillah saya terpilih jadi juara ke-3 dan berhak mendapatkan voucher dari butik “Meccanism by Zaskia Mecca”. Dan voucher itu sungguh membuat saya senang, karena saya membeli baju lebaran tahun ini dari hasil lomba menulis. Itu kali pertama nya saya mendapatkan “hasil” dari menulis. Alhamdulillah.




Lalu, di bulan Oktober 2015 kemarin yang bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda, saya memberanikan diri mengikuti “Blog Competition” dari Komunitas “Sobat Budaya.” Pada blog competiton tersebut diikuti oleh partisipan dari seluruh Indonesia. Awalnya saya sama sekali tidak menyangka akan menjadi juara ke-3 karena partisipan nya sangat bagus-bagus tulisannya. Tapi Alhamdulillah, sungguh tidak disangka. Dan lagi-lagi, saya mendapat juara ketiga. Dalam juara ketiga tersebut, saya dihadiahi uang tunai oleh penyelenggara. Alhamdulillah. Saya tak henti-hentinya mengucap syukur kepada Allah. Hadiah uang tunai tersebut, seluruhnya saya hadiahkan kepada ibu saya. Ibu saya sangat senang Saya pun merasa senang jika melihat Ibu saya senang. Karena suatu kebahagiaan tersendiri bagi seorang anak apabila melihat senyuman dari kedua orangtuanya karena prestasi yang diraih. Dan dari hasil juara ketiga lomba Blog competition dari Organisasi Sobat Budaya tersebut, saya diminta untuk menjadi contributor untuk “Taman Maya Budaya Indonesia” yang diselenggarakan oleh pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo RI). Alhamdulillah Terima Kasih Ya Allah atas segala nikmat dan karunia-Mu.

 Dan dari dunia kepenulisan inilah saya lebih kenal dekat lagi dengan sosok-sosok hebat di Indoenesia seperti Haykal Kamil dan desainer muslim indonesia, Kak Jenahara :)



Padahal jika ditilik, saya menulis hanya sekadar hobby. Dan belajar menulis blog juga sebenarnya otodidak. Tapi saya orangnya mau belajar, dan Alhamdulillah Allah membukakan jalan bagi saya untuk makin mantap menghasilkan karya lewat tulisan.

Jadi apa yang menjadi passion teman-teman, teruslah tekuni apa yang menjadi passion kalian. Apa yang menjadi hobby kalian. Karena bias jadi rezeki dari Allah itu datangnya dari hobby yang kalian tekuni saat ini. Masih muda teruslah berkarya, jangan hanya bisanya bergalau ria di sosial media. Jadilah anak-anak muda yang berprestasi juga menginspirasi. Bahagiakan orangtua selagi mereka masih ada.

Tulisan ini diikutsertakan dalam  IHB Blogpost Challenge  






Semoga bermanfaat ya tulisan saya ini. Sekian :)



Wassalamualaikum Wr.Wb



_Rachmah Dewi_




Selasa, 08 Desember 2015

Batik Papua - Primadona di Timur Indonesia



Irian Jaya atau Papua, pulau yang terletak di wilayah Timur Indonesia memang terkenal dengan keindahan alamnya yang sudah mendunia seperti Raja Ampat. Tetapi, tahukah kalian selain terkenal dengan keindahan alamnya, Papua juga menyimpan warisan budaya yang sangat cantik. Warisan budaya tersebut adalah Batik Papua. Batik yang kita kenal sekarang ini mungkin hanya dari seputar Jawa. Yang paling populer memang dari Yogyakarta dan dari Solo. Mulai berkembang Batik Madura, Pekalongan atau Banyumasan. Ada juga batik-batik modern yang populer diminati anak-anak muda. Motifnya abstrak serta warnaya pastel dengan model benar-benar modern. Tidak salah, mereka yang bergumul dengan Batik, mendapat apresiasi sangat baik, karena mampu menggiring pemuda pemudi untuk mulai cinta Batik.

Tidak lengkap rasanya, setelah berkunjung ke Tanah Cenderawasih, tanpa membawa buah tangan. Banyak jenis cenderamata unik yang tersedia di tanah Papua, mulai dari kalung taring babi, kuku buaya, jari cenderawasih, noken (tas tradisional dari kulit kayu atau anggrek), hingga koteka.
Namun, disisi lain, Indonesia terkenal dengan keanekaragaman batik. Seperti halnya batik yang ada di Papua. Dibandingkan dengan corak batik dari daerah lainnya di Jawa, batik Papua memiliki perbedaan corak yang cukup mencolok. Batik dari daerah ini cenderung lebih gelap namun banyak memiliki motif yang terdiri dari gambaran patung. Gambar burung cenderawasih menjadi identitas dari setiap motif batik dari tanah Papua tersebut.

Batik di Papua selama ini yang paling terkenal adalah batik motif Asmat. Warnanya lebih cokelat dengan kolaborasi warna tanah dan terakota. Soal pemilihan motif batik Papua banyak menggunakan simbol-simbol keramat dan ukiran khas Papua. Cicak atau buaya adalah salah satunya. Selain tentu lingkaran-lingkaran besar. Bahannya macam-macam disesuaikan dengan permintaan pasar.
Batik-batik tradisional dari tanah Jawa memang khas. Seperti dari Solo, Batik tradisionalnya, tentu yang klasik, selalu berwarna coklat klasik berpadu dengan warna hitam. Batik klasik Yogyakarta adalah berwarna putih kecoklatan juga berpadu warna hitam. Apalagi motif batik tulis dari tanah Jawa, sudah tidak diragukan lagi kecantikannya.

Tetapi Batik Papua, lebih 'modern'. Mereka justru lebih memilih kain-kain berwarna warni, seperti merah terang, hijau, biru, ungu, pink, orange atau kombinasi. tetapi jika dilihat dari kehidupannya disana, Papua justru mampu menyedot banyak wisatawan asing bahkan untuk tinggal disana, termasuk warga dunia barat yang bekerja di Freeport, kemungkinan besar mereka membawa pengaruh budaya dengan warna-warna cerah, yang berpadu dengan warna-warna natural.

Sama halnya dengan daerah penghasil batik tulis lainnya yang punya sentra produksi batik. Papua juga memiliki sentra batik yang berada di kota Jayapura, propinsi Papua Barat. Proses pengerjaan batik di Papua dibagi menjadi 2, yakni : para wanita mengerjakan batik tulis dan para pria mengerjakan batik cap. Bahan kain batik yang digunakan untuk pembuatan batik Papua menggunakan kain katun dan sutera. Pewarnaannya pun adalah dari bahan-bahan alami, tetapi mengiringi perubahan jaman serta ongkos produksi yang semakin mahal, warna-warnanya mulai dibuat warna-warna sintetis.                                                                                                 
Batik Papua sudah jauh lebih popular jika dibandingkan waktu pertama kali muncul di era 1985-an. Saat itu pemerintah Indonesia mendapat bantuan dari PBB yang diwakili oleh The United Nation Development Program (UNDP) dalam hal pemberdayaan kebudayaan Indonesia bagian timur.                                                                                                                  
Keanekaragaman Indonesia akan semakin lengkap dengan adanya batik Papua ini. Meskipun jika dilihat dari sisi sejarah Papua tidak begitu mengenal budaya dan teknik membatik seperti masyarakat di Pulau Jawa. Tetapi kini sentra Batik Papua mulai tumbuh seiring berkembangnya batik Papua. Dan bersama kaum muda, Batik Papua akan mampu 'merebut' lirikan mata dunia lewat keaneka-ragaman Kain Tradisional Indonesia pada event-event tertentu.
Sebagai generasi muda penerus bangsa, berbanggalah karena Indonesia punya keanekaragaman batik dari berbagai provinsi. Jagalah dan lestarikanlah. Karena kemajuan suatu bangsa ada ditangan para pemuda-pemudi nya. Batik adalah warisan budaya Negara Indonesia, cintailah sama seperti mencintai Negara Indonesia itu sendiri.

Nah inilah gambar dari Batik Papua itu :)

Batik Asmat
 
 
Batik Sentani
 
Batik Cenderawasih
 
Batik Kamoro Papua
 
 
 
Penulis :  Rachmah Dewi

Sumber : www.budaya-indonesia.org, batik-tulis.com/blog/batik-papua, www.kompasiana.com