Sabtu, 12 September 2015

Unpredictable Love by Rachmah Dewi

Dera dan Adi. Mereka adalah sepasang sahabat. Dimana ada Dera disitulah Adi pun ada. Tak heran, mereka terlihat seperti sepasang kekasih dimata orang-orang.

Dera dan Adi bertemu untuk pertama kalinya sejak mereka berdua sama-sama duduk dibangku sekolah menengah atas. Mereka bertemu sewaktu mereka sekelas di kelas dua. Dan sejak mereka berdua tergabung dalam satu ekstrakurikuler di bangku SMA, mereka berdua mulai akrab. Sehingga menjadi sahabat seperti sekarang.

Dera dan Adi sudah bersahabat sejak 7 tahun yang lalu. Bahkan banyak teman-teman sekolah mereka dulu mengira bahwa mereka telah menjadi sepasang kekasih. Dan banyak pula diantara teman-teman mereka yang iseng meledek mereka berdua, “Ciee, Dera dan Adi. Kalian tuh udah cocok banget loh. Mana mungkin kalian hanya sekadar sahabat? Pasti diantara kalian ada rasa saling suka.” Menanggapi ledekan dari teman-teman nya, Dera dan Adi hanya tersenyum saja.

Dera terkenal sebagai perempuan yang cantik dan pintar di sekolah. Dera selalu mendapatkan rangking di kelasnya. Sampai pada waktu wisuda kelulusan di bangku SMA, Dera menjadi siswi terbaik di sekolah. Bahkan sampai sekarang pun ketika Dera sudah lulus dari bangku kuliah dengan predikat cumlaude, Dera pun bekerja di salah satu perusahaan terbaik di Indonesia.

Sama halnya dengan Adi. Adi pun adalah laki-laki yang tampan, pintar, dan berwawasan luas. Adi sangat pintar dalam berbahasa inggris. Adi pun juga telah lulus kuliah di salah satu perguruan tinggi negeri di Indonesia, sekarang ini sama halnya dengan Dera, dia bekerja di salah satu perusahaan ternama di Indonesia.

Namun perbedaan keduanya adalah dalam segi sifat. Dera terkenal sebagai perempuan yang supel, banyak teman, dan ceriwis. Lain halnya dengan Adi, Adi adalah sosok yang pendiam, sedikit kaku, dan juga sedikit tertutup. Tetapi mereka berdua bisa saling nyambung ketika mereka mengobrol atau bertukar pikiran masalah apapun.

Dan masalah mulai datang menimpa mereka berdua, karena salah satu dari mereka yaitu Dera yang diam-diam mulai menyukai Adi. Dera tidak mengerti bagaimana perasaan suka itu bisa tertuju kepada Adi. Karena selama ini, Dera hanya bersahabat dengan Adi. Tetapi memang, jatuh cinta terjadi pada waktu dan orang yang tidak disangka-sangka. Dera sungguh dilema. Dera takut jika perasaan suka kepada Adi akan membuat persahabatan mereka retak. Pernah suatu saat, sahabat Dera, Inda bertanya kepada Dera. “Der, sebenernya gimana sih antara kamu dan Adi? Kamu pacaran atau enggak sama dia? Kamu suka sama dia?” Dera pun menjawab, “Enggak lah Nda, aku sama Adi kan bersahabat baik. Kamu juga tahu kan kalau kita berdua bersahabat sejak SMA?” Jawab Dera dengan jawaban yang tidak jujur. Karena sebenarnya Dera sangat suka dengan Adi. Dera merasa nyaman setiap berada dekat dengan Adi. Bahkan Dera sangat merasa nyambung ketika ngobrol masalah karir atau apapun dengan Adi.

Dera memang tidak jujur dengan persaan nya kepada Adi. Dera memendam rasa cintanya yang mulai tumbuh kepada Adi. Sebenarnya, Dera ingin sekali mengungkapkan perasaan nya secara langsung kepada Adi. Namun Dera tidak berani. Dera takut jika dia mengungkapkan perasaan nya kepada Adi, Adi tidak mau lagi bersahabat dengan nya. Karena Adi tidak menyukai Dera. Pikirnya seperti itu.

Ditengah kerisauan Dera akan perasaan hatiya kepada Adi, akhirnya Dera mulai mau untuk curhat kepada sahabatnya, yakni Inda. Inda merupakan sahabat terbaik Dera. Mereka pun juga telah bersahabat semenjak mereka sama-sama duduk di bangku Sekolah Menengah Atas. Dera segera mengambil smartphone nya untuk menelepon sahabatnya tersebut. “Hallo, Inda. Lo lagi sibuk gak? Gue mau curhat nih.” Inda pun menjawab telepon dari Dera, “Hallo, Der. wah tumben nih, mau curhat apa? Pasti masalah kerjaan? Atau mungkin masalah percintaan? Gue siap dengerin curhatan lo kok!” “Iya, Nda. Gue mau curhat nih. Lo kan sahabat gue banget. Lo yang paling tahu gue Nda. Lo tahu kan siapa cowo yang lagi deket sama gue sekarang? Temen SMA kita juga?” Tanya Dera. “Hmmm, yang gue tahu sih, lo kan sahabatan sama Adi sejak SMA dulu.” Kata Inda yang berusaha mengingat-ingat nama lelaki yang tengah dekat dengan sahabatnya itu. “Right, Nda! Itu pokok permasalahan yang gue pengen curhatin. Jadi gini loh Nda, sebenarnya gue sekarang-sekarang ini mulai jatuh cinta sama Adi. Gue juga bingung kenapa gue bisa ada perasaan cinta ini. Padahal gue sama Adi kan hanya bersahabat saja sejak SMA hingga sekarang. Gue sangat dilema Nda dengan perasaan gue ini.” Kata Dera. “sudah gue duga, Der! Pasti akhirnya lo akan jatuh cinta dengan sahabat lo sendiri, yaitu Adi. Soalnya chemistry kalian berdua tuh udah keliatan banget. Diantara kalian pasti ada rasa saling suka. Dan ternyata lo yang suka sama Adi. Enggak apa-apa lagi, Dera. Saling suka itu wajar banget kok. Gue kenal dengan Adi. Adi orangnya baik dan dia juga cocok banget sama lo.” Kata Inda menanggapi curhat sahabatnya itu di telepon.

Percakapan mereka berlanjut hingga pukul satu malam. Ya, hanya Inda yang selalu siap jika mendengarkan curhatan sahabatnya itu. Persahabatan mereka bisa langgeng hingga sekarang karena mereka selalu saling memberi dukungan, doa, solusi, dan semangat satu sama lain. Inda memberi solusi kepada Dera, untuk berpura-pura menjauh sejenak dari Adi. Cara itu dilakukan untuk mengetahui apakah Adi juga punya perasaan yang sama kepada Dera. Apakah Adi rindu jika tidak berkomunikasi dan bertemu dengan Dera. Jika Adi merasa kehilangan Dera, pastinya Adi pun juga menyayangi dan mencintai Dera.

Dan sekarang Dera sedikit menjauhi Adi sesuai saran dari Inda. Dera ingin tahu apakah Adi juga punya perasaan yang sama dengan nya. Setiap Adi mengajaknya mengobrol melalui whatssapp, Dera hanya membalasnya singkat. Biasanya dulu mereka saling mengobrol melalui whatssapp sampai berjam-jam. Kini Dera bersikap acuh kepada Adi. Walau sebenarnya Dera tidak tega untuk menjauhi Adi, karena ia sangat sayang kepada sahabatnya itu. Sahabat yang kini sedang membuatnya jatuh cinta. Adi tidak mengerti bahkan bingung melihat tingkah laku Dera yang aneh dan menjauhinya. Bahkan Dera sudah tidak mau lagi, jika Adi mengajaknya bertemu seusai mereka berdua pulang dari kantor. Adi tidak tahu, kesalahan apa yang dia perbuat sehingga membuat Dera marah hingga menjauhinya.

Akhirnya Adi mulai bingung dengan perubahan sikap Dera. Adi bertanya kepada sahabat terdekat Dera yakni Inda. “Inda, gue mau nanya sama lo dong. Kenapa ya akhir-akhir ini sikap Dera berubah sama gue? Setiap gue ajak ngobrol di whatsapp dia hanya bales singkat. Dulu enggak kayak gitu. Dulu kita bisa ngobrol sampai 3 jam di whatsapp. Terus kalo gue ajak dia ketemuan, dia juga gak pernah mau lagi sekarang. Alasan nya sih sibuk sama kerjaan nya.” Inda menyimak perkataan Adi. Inda tau, bahwa itu adalah trik dari Dera agar ia tau bagaimana perasaan Adi terhadapnya. “Ya mungkin memang Dera sedang sibuk dengan kerjaan di kantornya. Mungkin lo nya yang harus ngertiin dia, Di. Kalau Dera emang bener-bener lagi  sibuk sama kerjaan nya sekarang ini.” Kata Inda dengan sedikit berbohong kepada Adi. Karena Inda paham sekali, Dera pun juga tidak tega sebenarnya menjauhi Adi.

Setelah curhat dengan Inda, Adi mulai introspeksi dirinya sendiri. Apakah dirinya ada kesalahan yang membuat Dera marah dan bersikap dingin kepadanya seolah mereka baru kenal seminggu. Padahal mereka sudah saling kenal selama 7 tahun. Adi mulai merasa kehilangan moment bersama Dera. Karena dimata Adi, Dera lah yang selalu bisa membuat dia tersenyum dan tertawa. Dera lah yang selalu mengajaknya bercanda lewat whatsapp. Dera lah yang selalu membuat dia merasa nyaman. “Mungkin gue telah jatuh cinta sama Dera.” Adi berkata dalam hati.

Tepat tanggal 12 Mei di hari ulang tahun Dera yang ke-24, Dera masih bersikap dingin terhadap Adi. Handphone Dera berbunyi manandakan ada notifikasi pesan baru dari whatssapp nya. “Dera, selamat ulang tahun ya. Semoga segala keinginan positif lo bisa tercapai di tahun ini.” Ternyata sebuah pesan singkat itu dari Adi. Dera membalasnya “Terimakasih Adi. Semoga sukses juga untuk lo ya.” Tak lama kemudian, handphone Dera berbunyi lagi, “Coba buka pintu rumah lo deh.” Adi yang mengiriminya whatsapp tersebut. Dera bingung, maksudnya apa disuruh buka pintu rumah oleh Adi. Dera mengintip dari balik jendela kamarnya. Bahwa tidak ada orang di depan pintu gerbang rumahnya. Dera berpikir, Adi hanya bercanda saja. Adi bercanda agar membuat dirinya senang di hari ulang tahunnya itu. Dera keluar dari kamarnya dan membuka pintu gerbang rumahnya. Ternyata benar kosong tidak ada siapapun disitu. Dera berbalik badan hendak masuk lagi kedalam rumahnya. Namun tiba-tiba ada yang berkata di belakang dirinya. “Dera, selamat ulang tahun ya. Aku mencintaimu.” Dera terkejut bukan main, karena dari tadi ia tidak melihat siapapun di luar rumahnya. Dera berbalik badan, dan dia juga terkejut ternyata yang berbicara kepadanya barusan adalah Adi. Ya, Adi sahabatnya sejak SMA. Dera  berkata, “Di, lo jangan bercanda kayak gitu ah. Gak lucu tahu!” “Ini adalah perkataan ku yang serius Dera. Aku benar-benar mencintai kamu. Ternyata selama ini, aku bohong sama diriku sendiri. Aku bohong sama perasaan ku. Bahwa, aku mencintai kamu. Kita bersahabat udah lama. Udah tujuh tahun. Dan aku jatuh cinta sama kamu tanpa alasan. Aku juga enggak tau, kenapa perasaan ini bisa hadir secara tidak terprediksi.” Kata Adi dengan kesungguhan. “It’s called Unpredictable Love! Selamat ya, kalian emang cocok kok berdua. Gue ngersetuin banget deh kalo kalian jadian. Apalagi kalau sampai pernikahan. Gue seneng bangeeeet!!” ternyata Inda tiba-tiba juga hadir di rumah Dera. “Adi, maafin aku. Kalo aku enggak bisa.” Kata Dera dengan suara lirih. “Oh, iya enggak apa-apa kok kalau kamu enggak bisa nerima aku. Yang penting aku udah lega kalau aku udah mengungkapkan rasa cinta ini padamu.” Kata Adi dengan sedih. “Iya, aku enggak bisa.. bohong juga, kalau aku juga mencintai kamu. Aku sayang banget Di sama kamu. Kamu tahu enggak, selama ini aku pura-pura bersikap dingin sama kamu, pura-pura cuek sama kamu biar aku tahu perasaan kamu. Apakah kamu rindu kalau enggak ada aku.”  “Oh jadi itu kamu cuma pura-pura? Ah dasar kamuu.. iya, aku rindu banget sama sikap kamu yang dulu Der. Sikap kamu yang suka bercanda-canda sama aku, ketawa sama aku. Aku lega kalau kamu Cuma pura-pura doang hehe.” Kata Adi dengan wajah gembira. “Cieee,, jadi sekarang kalian udah resmi doong? Selamat yaa! Akhirnya kalian bukan cuma friendship tapi sekarang partnership dong?” kata Inda. “Inda makasih banget ya, kamu udah bantuin aku, udah ngasih solusi atas permasalahan aku. Aku juga sayang kamu Nda.” Dera berkata sambil memeluk sahabatnya itu. “Kok Inda doang sih yang dipeluk? Aku enggak? Aku udah bawain kue sama bunga loh, masa didiemin aja nih?” kata Adi menggoda Dera. “Huu, kamu mah emang maunya dipeluk. Enggak mau ah, nanti aja kalau kita udah nikah aku mau peluk kamu deh yang banyak.” Kata Dera sembari memukul-mukul mesra Adi.

Dan sebulan setelah ulang tahun Dera, Adi mengutarakan niatnya ingin melamar Dera. Adi ingin mengajak Dera untuk bersatu dengannya dalam ikatan suci pernikahan. Adi pun datang kerumah Dera dan bertemu dengan kedua orangtua Dera. Orangtua Dera pun setuju terhadap niat baik Adi yang ingin melamar putri mereka. Kedua orangtua Dera juga menilai bahwa Adi adalah lelaki yang baik, rajin, bertanggung jawab, dan bisa menjadi suami terbaik bagi putri mereka kelak. “Tante dan Om sih setuju saja, kalau Adi mau ada niatan untuk melamar Dera dan mengajaknya menikah. Tante dan Om yakin kamulah pria yang selama ini Dera cari. Dera tunggu. Kamulah cinta sejati untuk Dera.” Ibu Dera berkata dengan penuh kesungguhan.

Mendengar perkataan kedua orangtuanya, Dera tak kuasa membendung air mata bahagia. Dera bahagia mendengar jika kedua orangtua Dera telah setuju untuk menikahkan nya dengan Adi. Dera benar-benar tidak menyangka, Adi yang dulu hanya sahabatnya semasa mereka berdua masih sama-sama duduk dibangku sekolah menengah atas, kini akan menjadi calon suaminya. Calon suami yang amat dia cintai. “Kita mungkin bisa memilih ingin berpasangan dengan siapa. Namun kita tidak bisa memilih ingin jatuh cinta dengan siapa. Jika kamu jatuh cinta pada seseorang yang kini menjadi pasangan mu, mungkin Tuhanlah yang memilihkan nya untukmu.” Dera berkata dalam hati sambil tersenyum bahagia.

                                           SEKIAN                                           
By : Rachmah Dewi
Email : dhewieyess75@gmail.com
Instagram : @Rachmah_Dewi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar